Kamis, 13 Januari 2011

PUISI JANUARI

MALAM PERTAMA

Tak ada yang bisa terucap
manakali matahari
tertabrak bulan
san menjadi luka
segobang-gobang.

Januari 2011.


MALAM KEDUA

Sudah kubuka
kain putih yang nutup muka-mu
ternyata telah menjadi sarang kelelawar
hingga setiap malam
Engkau selalu bermata burung hantu malam.

Januari 2011.


MALAM KETIGA

Bau parfum nyengat
"siapakah yang sudah bermandi cahaya"
banyak bershaf-shaf kunang beterbangan
mendekat muara bau itu
yang tak pernah ketemu.

Duhai, semerbak
bangunkan dari nyenyak lelap-ku
untuk menjumpai-mu.

Januari 2011.


MALAM KEEMPAT

terkapar
tak berdaya
nunggu jelalatan mata.


Januari 2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar